JAMBI — Tim teknis PT Pertamina EP (PEP) Jambi bergerak cepat menangani kebocoran pipa trunkline yang melintasi jalan lintas Sumatera di Kota Jambi. Peristiwa ini terungkap setelah adanya laporan aliran minyak yang memasuki saluran drainase warga di kawasan Desa Kenali Asam, Senin (3/8).
Field Manager PEP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, menyatakan bahwa pipa yang bocor merupakan jalur utama penyalur produksi dari MGS KAS menuju MOS Tempino. Lokasi persisnya berada di sekitar Puskesmas Pal 10, yang notabene merupakan area padat aktivitas di pinggir jalan nasional tersebut.
Dugaan Kerusakan Akibat Ulah Pihak Tidak Dikenal
Dari hasil identifikasi awal di lapangan, perusahaan menemukan indikasi kuat adanya tindakan pihak tidak dikenal yang menyebabkan kerusakan pada pipa. Meski demikian, Kurniawan menegaskan bahwa penyebab pasti masih didalami lebih lanjut bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait.
"Berdasarkan hasil identifikasi awal, ditemukan adanya kebocoran pada salah satu titik pipa trunkline yang menyalurkan produksi dari MGS KAS menuju MOS Tempino, tepatnya di kawasan sekitar Puskesmas Pal 10, Kota Jambi atau di jalan lintas Sumatera," jelasnya.
Penanganan Darurat: Repair Clamp Terpasang, Drainase Dibersihkan
Untuk mengendalikan situasi, tim teknis langsung memasang repair clamp pada titik pipa yang terdampak. Langkah ini dinilai berhasil menghentikan aliran minyak yang keluar, sehingga risiko meluasnya tumpahan bisa diminimalisir.
Setelah aliran terhenti, perusahaan tidak berhenti di situ. Petugas dikerahkan untuk melakukan penyedotan minyak yang sempat tumpah serta pembersihan menyeluruh pada saluran drainase yang terkontaminasi. Langkah ini diambil untuk memastikan dampak lingkungan dapat ditekan seminimal mungkin.
Tidak Ada Korban Jiwa, Imbauan untuk Masyarakat
Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun dampak langsung terhadap permukiman masyarakat akibat insiden ini. Perusahaan memastikan pemantauan terhadap kondisi lingkungan sekitar terus dilakukan secara berkala.
"Keselamatan masyarakat, pekerja, serta perlindungan lingkungan merupakan prioritas utama perusahaan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu maupun merusak fasilitas operasi migas karena selain melanggar hukum, juga berpotensi membahayakan," kata Kurniawan.
Pertamina EP Jambi berkomitmen untuk terus berkoordinasi intensif dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam proses penyelidikan serta penanganan lanjutan. Perusahaan juga membuka ruang komunikasi bagi warga yang ingin melaporkan potensi gangguan di sekitar jalur pipa.