Pencarian

BPS Catat Sumatera Selatan Deflasi 0,24 Persen pada Juli 2026, Bawang Merah hingga Cabai Jadi Pemicu Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 • 01:56:32 WIB
BPS Catat Sumatera Selatan Deflasi 0,24 Persen pada Juli 2026, Bawang Merah hingga Cabai Jadi Pemicu Utama
Bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan tomat menjadi komoditas utama pemicu deflasi 0,24 persen di Sumatera Selatan pada Juli 2026.

PALEMBANG — Kebijakan harga pangan di tingkat konsumen mulai menunjukkan hasil. BPS Sumatera Selatan mengumumkan deflasi 0,24 persen pada Juli 2026 jika dibandingkan dengan Juni 2026. Angka ini menjadi kabar baik di tengah gejolak harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi tahun ini.

Kepala BPS Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto, menyebut deflasi bulanan ini tidak lepas dari penurunan harga sejumlah komoditas pangan strategis. "Lima komoditas utama penyumbang deflasi adalah bawang merah, emas perhiasan, cabai merah, cabai rawit, dan tomat," jelasnya di Palembang, Senin.

Andil Deflasi Terbesar dari Makanan dan Minuman

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penekan utama inflasi dengan catatan deflasi 0,96 persen. Andilnya terhadap deflasi total mencapai 0,29 persen. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga terkoreksi 1,58 persen dengan andil deflasi 0,14 persen.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan sektor transportasi yang justru mengalami inflasi 0,79 persen. Kelompok pendidikan juga naik 0,54 persen, diikuti penyediaan makanan dan minuman atau restoran yang tumbuh 0,46 persen.

Inflasi Tahunan Masih di Kisaran Aman

Meski secara bulanan terjadi penurunan harga, secara tahunan (year on year/yoy) Sumatera Selatan masih mencatat inflasi 2,50 persen pada Juli 2026. Angka ini masih berada dalam rentang target pemerintah.

Inflasi tahunan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 8,64 persen dengan andil 0,72 persen. Disusul kelompok transportasi yang tumbuh 3,69 persen dengan andil 0,48 persen.

Untuk inflasi tahun kalender (Januari-Juli 2026), BPS mencatat angkanya mencapai 1,62 persen. Artinya, laju kenaikan harga sejak awal tahun masih relatif terkendali.

Bensin dan Emas Perhiasan Dongkrak Inflasi Tahunan

Bila deflasi bulanan didorong oleh pangan segar, inflasi tahunan justru dipicu oleh komoditas lain. BPS mencatat lima penyumbang utama inflasi yoy adalah emas perhiasan, bensin, minyak goreng, jeruk, dan beras.

Kenaikan harga emas perhiasan dan bahan bakar minyak menjadi faktor eksternal yang memengaruhi daya beli masyarakat. Sementara itu, harga beras yang masih bertahan tinggi ikut menahan laju deflasi yang lebih dalam.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga hanya mengalami inflasi tipis 0,02 persen secara bulanan. Hal ini mengindikasikan tarif listrik dan gas yang relatif stabil selama Juli 2026.

Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks