Pencarian

Pemprov Sulsel Groundbreaking RS Regional di Malino Gowa, Anggaran Rp 161 Miliar Target Operasi Agustus 2027

Selasa, 04 Agustus 2026 • 02:15:01 WIB
Pemprov Sulsel Groundbreaking RS Regional di Malino Gowa, Anggaran Rp 161 Miliar Target Operasi Agustus 2027
Gubernur Sulsel melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Regional Wilayah Selatan di Malino, Gowa, dengan anggaran Rp 161 miliar dan target operasi Agustus 2027.

GOWA — Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Regional Wilayah Selatan telah dilakukan Gubernur Sulsel di kawasan Malino. Kehadiran fasilitas ini menjawab keluhan warga di lereng pegunungan yang selama ini menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan perawatan intensif di kota.

Lokasi strategis di dataran tinggi Malino dipilih untuk menjangkau masyarakat di tiga kabupaten yang berbatasan langsung. Harapannya, pasien dari wilayah timur Gowa, perbatasan Sinjai, hingga Bulukumba tidak perlu lagi menuju Makassar untuk sekadar kontrol lanjutan.

Anggaran Rp 161 Miliar dan Fasilitas Setara Tipe B

Meski berstatus rumah sakit tipe C, fasilitas yang dibangun dengan alokasi dana Rp 161 miliar ini akan dilengkapi peralatan medis setara tipe B. Dukungan dokter spesialis juga disiapkan untuk melayani kasus-kasus rujukan yang selama ini harus ditangani di kota besar.

Sekretaris Komisi E DPRD Sulsel, Fadli Ananda, menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit di ketinggian ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah mendekatkan akses pelayanan kesehatan lintas kabupaten.

"Rumah sakit regional ini dibangun di ketinggian untuk mendekatkan masyarakat pegunungan di Gowa, dan masyarakat sekitar termasuk Kabupaten Sinjai dan Bulukumba yang berbatasan langsung dengan pegunungan di Gowa. Insya Allah, bisa lebih dekat dengan akses kesehatan," ujar Fadli dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Mengapa Kehadiran RS Ini Krusial bagi Warga Pegunungan?

Selama ini, warga di kawasan pegunungan Gowa harus menempuh perjalanan berjam-jam menuju Makassar untuk mendapatkan layanan kuratif dan rehabilitatif. Kondisi geografis yang menantang kerap menjadi penghambat, terutama bagi pasien gawat darurat.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), Ansariadi, menilai pendirian rumah sakit ini memiliki peran vital dalam melengkapi sistem pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pada aspek penanganan medis lanjutan.

"Pendirian rumah sakit penting untuk hal-hal yang sifatnya kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan) dengan sasaran individu yang sakit. Ini merupakan domain utama rumah sakit," ucap Ansariadi.

Melengkapi Layanan Primer, Bukan Sekadar Bangunan Baru

Ansariadi mengingatkan agar pembangunan RS Regional Wilayah Selatan ditempatkan dalam kerangka penguatan sistem kesehatan secara keseluruhan. Kehadiran rumah sakit rujukan ini harus mampu bersinergi dengan puskesmas dan layanan primer yang sudah berjalan di tingkat kecamatan dan desa.

"Untuk perbaikan kesehatan penduduk, maka kegiatan yang dilaksanakan adalah bersifat promotif dan preventif, sasarannya populasi atau komunitas," jelasnya.

Ia berharap seluruh analisis kebutuhan telah dilakukan secara matang sebelum proyek ini dieksekusi. Hal itu penting agar anggaran besar yang digelontorkan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar memenuhi proyeksi administrasi.

"Harapan saya adalah semua analisis yang diperlukan untuk pendirian RS Regional Wilayah Selatan yang baru saja di-groundbreaking oleh Bapak Gubernur Sulsel tersebut sudah dilakukan sehingga dianggap sebagai sebuah kebutuhan," terang Ansariadi.

Fadli Ananda berharap seluruh proses konstruksi berjalan lancar. Dengan begitu, rumah sakit dapat segera dimanfaatkan oleh warga sesuai target yang telah ditetapkan.

"Rumah sakit ini tentunya kita harapkan beroperasi pada Agustus 2027. Mohon doanya rumah sakit ini bisa melayani masyarakat sekitar yang membutuhkan," tutur Fadli.

Bagikan
Sumber: detik.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks