PALEMBANG — Ratusan juta rupiah nilai barang bawaan penumpang berhasil diamankan petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang selama enam bulan pertama tahun ini. Sebanyak 36 unit barang, mulai dari telepon seluler, laptop, dompet, hingga dokumen penting, kini tengah disimpan di ruang khusus menunggu diklaim pemiliknya.
Manajer Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebutkan seluruh temuan tersebut telah diproses sesuai prosedur operasional standar. "Seluruh barang yang ditemukan langsung diamankan dan diproses sesuai prosedur agar dapat segera kembali kepada pemiliknya," kata Aida di Palembang, Senin.
Prosedur Ketat Sebelum Barang Dikembalikan ke Pemilik
Setiap barang yang ditemukan tidak langsung diserahkan begitu saja. Petugas terlebih dahulu melakukan identifikasi, pemberian label, pencatatan, hingga penyimpanan di tempat aman. Tahapan verifikasi menjadi pintu terakhir sebelum barang resmi kembali ke tangan pelanggan.
Untuk memastikan tidak ada salah klaim, pemilik wajib menunjukkan identitas diri, bukti perjalanan atau tiket, serta menjelaskan ciri-ciri barang yang dilaporkan hilang. Proses pengembalian pun didokumentasikan sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan.
Sinergi Petugas dan Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan mengamankan puluhan barang tersebut tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak. Aida menjelaskan, sinergi dimulai dari petugas stasiun, kondektur, awak sarana perkeretaapian, hingga petugas pengamanan. Masyarakat yang menemukan barang pun turut berperan dengan menyerahkannya kepada petugas KAI.
"KAI tidak hanya berkomitmen mengantarkan pelanggan sampai tujuan dengan selamat, tetapi juga berupaya memberikan rasa tenang apabila pelanggan mengalami kendala seperti tertinggalnya barang bawaan," jelas Aida.
Lapor Sebelum Turun: Ini Cara Klaim Barang Hilang
Bagi pelanggan yang menyadari barangnya tertinggal saat masih di dalam perjalanan, KAI mengimbau untuk segera menghubungi kondektur. Sementara itu, pelanggan yang baru tiba di stasiun tujuan bisa langsung mendatangi layanan Lost and Found atau menghubungi Contact Center KAI 121.
Agar proses pencarian lebih cepat, pelanggan diminta menyampaikan informasi lengkap seperti kode booking, tanggal perjalanan, nomor kereta api, perkiraan lokasi barang tertinggal, dan ciri-ciri barang. KAI juga mengingatkan agar pelanggan tidak memberikan kode booking atau informasi pribadi kepada pihak yang tidak berkepentingan.
Meski kerusakan maupun kehilangan barang bawaan pada prinsipnya bukan menjadi tanggung jawab perusahaan, layanan ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian. "Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik untuk menghindari risiko kehilangan. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk selalu memastikan kembali barang bawaan sebelum meninggalkan tempat duduk maupun sebelum keluar dari area stasiun," ujar Aida.