ACEH BESAR β Ratusan warga Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar, menggelar Shalat Istisqa dan doa bersama di halaman Masjid Babussalam, Gampong Lamkunyet, pada Senin. Ibadah ini menjadi ikhtiar kolektif warga memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun di tengah kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
Pantauan di lapangan, jamaah terlihat khusyuk mengikuti rangkaian shalat dan munajat. Kehadiran para guru serta murid SDN Lamkunyet turut mewarnai kegiatan ini, menjadi pembelajaran langsung bagi pelajar tentang nilai keislaman dan pentingnya doa dalam menghadapi persoalan hidup.
Kekeringan Mulai Meretakkan Sawah Petani
Camat Darul Kamal, Husaini, menyampaikan bahwa dampak kekeringan sudah terlihat nyata di sektor pertanian. Banyak sawah milik warga mulai mengering, bahkan sebagian tanahnya telah retak-retak.
βKita melihat langsung kondisi di lapangan, banyak sawah yang mulai kering, bahkan sebagian sudah mengalami retak-retak tanah. Ini tentu sangat mempengaruhi hasil pertanian masyarakat,β ujar Husaini.
Pemerintah kecamatan disebutnya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang atas persoalan ini.
Hujan Turun di Tengah Kekhusyukan Jamaah
Di tengah pelaksanaan ibadah, hujan mulai mengguyur kawasan tersebut. Meski demikian, tidak satu pun jamaah yang membubarkan diri. Mereka tetap melanjutkan shalat dan doa dengan penuh kekhusyukan hingga rangkaian ibadah selesai.
MPU Ajak Warga Perbanyak Istighfar dan Jauhi Perbuatan Zalim
Ketua MPU Darul Kamal, Tgk Muhibuddin, yang bertindak sebagai penceramah mengingatkan jamaah untuk memperbanyak istighfar. Menurutnya, istighfar merupakan kunci turunnya hujan dan kelapangan rezeki sebagaimana dijanjikan Allah dalam Al-Qur'an.
βMari kita memperbanyak istighfar, karena dengan istighfar Allah akan menurunkan hujan dan melapangkan rezeki kita. Ini adalah janji Allah dalam Al-Qur'an,β katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama manusia dan lingkungan. Perbuatan zalim, kurangnya kejujuran, dan pelit bersedekah disebutnya sebagai penghambat turunnya keberkahan.
βKita tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga dengan sesama. Hindari perbuatan zalim, jaga kejujuran, dan perbanyak sedekah. Insya Allah, keberkahan akan turun bersama hujan yang kita harapkan,β tambahnya.
Refleksi Diri: Jangan Hanya Ingat Allah Saat Susah
Dalam tausiahnya, Tgk Muhibuddin mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai refleksi diri untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia mengingatkan agar ibadah dan doa tidak hanya dilakukan saat menghadapi kesulitan, tetapi juga saat berada dalam kondisi lapang.
Ia pun mengajak seluruh warga memperbaiki niat dan memperbanyak doa agar berbagai permohonan yang disampaikan segera dikabulkan oleh Allah SWT.
Husaini menambahkan, pihaknya berharap doa bersama ini menjadi jalan bagi turunnya hujan dan keberkahan bagi daerah mereka. βKita berharap, dengan doa bersama ini, Allah SWT segera menurunkan hujan dan memberikan keberkahan bagi daerah kita,β lanjutnya.