BANDA ACEH — Peringatan dini ini dikeluarkan menyusul terdeteksinya sejumlah fenomena atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Aceh. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada sore hingga malam hari.
Berdasarkan analisis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby. Fenomena ini berinteraksi dengan keberadaan daerah belokan angin serta konvergensi yang mendukung pembentukan awan-awan hujan di wilayah Aceh.
Faktor Pemicu: Suhu Muka Laut yang Hangat
Faktor lain yang turut berkontribusi adalah suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia bagian barat dan utara Sumatera. Kondisi ini meningkatkan laju penguapan, sehingga kandungan uap air di atmosfer menjadi lebih melimpah dan berpotensi memicu hujan dengan intensitas tinggi.
Daftar Wilayah Terdampak Hujan Lebat pada 3 Agustus
Pada 3 Agustus 2026, potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang diprakirakan terjadi di hampir seluruh wilayah Aceh. Daerah yang perlu waspada meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
Selain itu, wilayah Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Banda Aceh, Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, Sabang, dan Nagan Raya juga masuk dalam daftar peringatan dini pada hari pertama periode tersebut.
Wilayah yang Perlu Waspada pada 4–5 Agustus
Memasuki 4 Agustus, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan menyempit dan hanya terjadi di dua wilayah, yakni Aceh Besar dan Aceh Jaya.
Sementara itu, pada 5 Agustus, BMKG kembali memperluas peringatan untuk sejumlah daerah. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Gayo Lues, Pidie, dan Nagan Raya.
Imbauan Keselamatan bagi Warga
BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai hujan berintensitas sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi secara tiba-tiba. Fenomena ini umumnya muncul pada sore hingga malam hari akibat pemanasan yang intens di siang hari.
Warga yang hendak beraktivitas di luar ruangan diminta berhati-hati, khususnya saat berkendara. Cuaca buruk yang disertai angin kencang tidak hanya mengganggu visibilitas, tetapi juga berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah rawan.