MATARAM — Kapal pertama pengangkut BBM telah bersandar di Integrated Terminal (IT) Ampenan, Kota Mataram, dengan membawa 2.100 kiloliter Pertalite dan 500 kiloliter Pertamax. Satu kapal tambahan dijadwalkan tiba pada malam harinya mengangkut 2.000 kiloliter Pertalite dan 3.000 kiloliter Biosolar, sehingga total pasokan yang masuk mencapai 7.600 kiloliter.
Manajer Area Komunikasi, Relasi, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi menyatakan distribusi dari terminal akan segera dilakukan ke seluruh lembaga penyalur. "Pasokan tersebut segera didistribusikan ke seluruh lembaga penyalur sesuai kebutuhan agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal," ujarnya di Mataram, Senin.
Stok di SPBU Lombok Masih Tersedia, Ini Rinciannya
Rahedi mengklaim stok BBM di sejumlah SPBU wilayah Lombok masih tersedia di tengah lonjakan permintaan. Data yang dibagikan Pertamina mencatatkan stok Pertalite di SPBU 54.836.09 Lenek sebanyak 8 kiloliter, SPBU 54.836.11 Masbagik 16 kiloliter, SPBU 54.836.04 Sekarteja 8 kiloliter, dan SPBU 54.836.15 Rempung 8 kiloliter.
Pihaknya juga mengoptimalkan armada mobil tangki yang berada di NTB untuk mempercepat penyaluran dari IT Ampenan ke SPBU-SPBU yang membutuhkan pasokan tambahan. Langkah ini ditempuh agar layanan pengisian BBM bagi masyarakat kembali normal lebih cepat.
Antrean Mengular Dipicu Pembelian Jerigen 35 Liter
Kelangkaan di Lombok sebelumnya terekam dalam video viral yang memperlihatkan antrean panjang kendaraan di beberapa SPBU. Kondisi tersebut diperparah oleh sejumlah warga yang mengisi BBM menggunakan jerigen ukuran 35 liter, sehingga mempercepat habisnya stok di dispenser.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama masa pasokan normalisasi ini, Pertamina berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan setempat. Pengawasan dilakukan di area SPBU agar antrean tetap tertib dan pelayanan berjalan aman.
"Kami memastikan seluruh upaya terus dilakukan agar penyaluran BBM di wilayah NTB tetap berjalan dengan baik dan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga," pungkas Rahedi.