JAYAPURA — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua menegaskan pentingnya penguatan ketahanan pangan lokal sebagai kunci pengendalian inflasi di Kabupaten Biak Numfor. Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Warsono, menyebut sinergi antar pemangku kepentingan menjadi prasyarat utama agar kebijakan berjalan efektif.
“Pengendalian inflasi daerah dapat dicapai melalui sinergi lintas sektoral di daerah,” kata Warsono di Jayapura, Senin.
Strategi 4K Jadi Andalan Tekan Gejolak Harga
Warsono menjelaskan upaya pengendalian inflasi harus berpijak pada strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Kerangka ini dinilai mampu menjaga pasokan komoditas pangan tetap aman.
“Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, instansi vertikal, dan seluruh anggota TPID harus terus diperluas dan ditingkatkan agar kebijakan pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
High Level Meeting dan Capacity Building Digelar di Biak Numfor
Sebagai bagian dari penguatan tersebut, BI Papua bersama TPID Kabupaten Biak Numfor menggelar High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building pada Rabu (29/7). Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi Biak Numfor melalui Mitigasi Iklim, Optimalisasi Anggaran, dan Tata Kelola TPID”.
Forum itu menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Biak Numfor, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Papua, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Biak Numfor.
Perikanan dan Kelautan Jadi Modal Utama Biak Numfor
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa, menyambut baik langkah ini. Ia menilai pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, melainkan butuh kolaborasi seluruh pihak.
“Pemerintah Daerah tidak bisa kerja sendiri harus berkolaborasi karena itu kami menilai optimalisasi sumber daya lokal tidak hanya menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian Kabupaten Biak Numfor,” kata Mailoa.
Ia menekankan potensi sektor perikanan dan kelautan yang menjadi keunggulan daerah harus dimaksimalkan. Optimalisasi komoditas unggulan ini diharapkan mampu menopang pasokan pangan sekaligus meredam potensi kenaikan harga yang memicu inflasi.
Harapan Ke Depan: Ketahanan Pangan Kokoh, Inflasi Terkendali
Warsono berharap kolaborasi yang telah terbangun tidak berhenti pada forum seremonial belaka. Penguatan kapasitas TPID dan komitmen bersama dinilai krusial untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi daerah.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, TPID, dan seluruh mitra strategis terus diperkuat sehingga ketahanan pangan daerah semakin kokoh dan inflasi di Kabupaten Biak Numfor tetap terkendali,” pungkasnya.