Pencarian

39 Pelajar SMA Asal Bantul Mulai Mondok di Sekolah Rakyat Kulonprogo, Dinsos Sebut Masih Ada Tambahan

Selasa, 04 Agustus 2026 โ€ข 00:19:49 WIB
39 Pelajar SMA Asal Bantul Mulai Mondok di Sekolah Rakyat Kulonprogo, Dinsos Sebut Masih Ada Tambahan
pelajar SMA asal Bantul mulai menempati asrama Sekolah Rakyat Terpadu 1 Kulonprogo pada Jumat (31/7/2026).

BANTUL โ€” Ratusan anak dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Bantul mulai menempati asrama Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 Kulonprogo pada Jumat (31/7/2026) lalu. Hingga saat ini, tercatat 39 pelajar asal Bantul yang sudah dipastikan menjadi bagian dari program strategis nasional tersebut, dengan rincian seluruhnya merupakan siswa jenjang SMA.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bantul, Sukrisna Dwi Susanta, mengungkapkan bahwa data peserta didik untuk tingkat SD dan SMP masih dalam proses pembaruan. Pihaknya masih melakukan verifikasi karena terjadi penambahan calon peserta didik dari wilayahnya.

"Yang sudah pasti saat ini adalah untuk jenjang SMA sebanyak 39 anak dari daerah kita yang mengikuti program tersebut. Sementara data SD dan SMP masih berkembang karena masih ada tambahan siswa," kata Sukrisna, Senin (3/8/2026).

Bukan Sekadar Sekolah Gratis: Siswa Dapat Asrama, Makan, dan Pembinaan Mental

Program Sekolah Rakyat Terpadu tidak hanya menggratiskan biaya pendidikan. Peserta yang lolos seleksi akan tinggal di asrama dengan seluruh kebutuhan pokok ditanggung negara, mulai dari makan, seragam, hingga pembinaan karakter.

Sukrisna menjelaskan, pola pembinaan di sekolah ini dirancang untuk membangun fisik dan mental siswa secara bersamaan. Kegiatan olahraga dan ibadah rutin menjadi kurikulum wajib yang menyertai pembelajaran akademik di kelas.

"Jadi dibina jiwa dan raganya melalui olahraga dan ibadah rutin. Menurut kami ini salah satu program strategis Presiden Prabowo yang sangat baik," ujarnya.

Dinsos Bantul Terapkan Seleksi Ketat: Asesmen Langsung ke Rumah Calon Siswa

Tidak semua pendaftar otomatis diterima. Dinsos Bantul menerapkan proses seleksi yang ketat dengan memprioritaskan anak-anak dari keluarga dengan kategori desil 1 hingga desil 4โ€”kelompok paling bawah dalam data kemiskinan.

Setelah pendaftaran ditutup, petugas sosial turun ke lapangan untuk melakukan asesmen langsung ke rumah masing-masing calon peserta. Kondisi tempat tinggal hingga kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi bahan penilaian utama.

"Misalnya yang daftar 200 anak, untuk menyaringnya itu kami asesmen ke rumahnya. Kami cek kondisi rumahnya, kehidupannya seperti apa, hingga kebutuhan makan mereka. Nah yang kami cari istilahnya yang paling tidak berdaya," tutur Sukrisna.

Kelas X Dititipkan di Kulonprogo, Sonosewu Khusus Lanjutan

Humas Sekolah Rakyat 19 Sonosewu, Lilik Eka Saputra, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bantul saat ini masih berpusat di Sonosewu. Namun, untuk tahun ajaran ini, siswa baru kelas X sementara mengikuti pembelajaran di SRT Kulonprogo.

Hal ini dilakukan karena siswa lama yang sebelumnya menempuh pendidikan di Sonosewu kini naik ke kelas XI dan tetap menempati kampus tersebut. Adapun siswa baru yang masuk kelas X dititipkan sementara di fasilitas Kulonprogo.

"Anak kelas X naik ke kelas XI dan siswa baru yang kelas X dititipkan di SRT Kulonprogo," kata Lilik.

Keberadaan Sekolah Rakyat Terpadu ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di DIY. Sistem pendidikan berasrama yang terintegrasi dinilai menjadi kunci untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks