NATUNA — Sebanyak 129 klub dari berbagai desa di Kabupaten Natuna akan bertanding dalam turnamen antardesa yang digelar Pemerintah Desa Kelarik Utara. Ajang ini mencakup tiga cabang, yaitu gasing tradisional yang diikuti 32 klub, sepak bola dengan 44 klub, serta bola voli putra dan putri yang masing-masing diikuti 29 dan 24 klub.
Kepala Desa Kelarik Utara, Zapridin, mengatakan turnamen ini sengaja dirancang untuk menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai ditinggalkan generasi muda. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut.
Hadiah Ratusan Juta Rupiah untuk Para Juara
Pemerintah desa menyiapkan total hadiah ratusan juta rupiah untuk seluruh cabang yang dipertandingkan. Juara pertama turnamen sepak bola akan membawa pulang hadiah lebih dari Rp20 juta, sementara turnamen bola voli dan gasing juga menyediakan hadiah dengan nilai jutaan rupiah.
Zapridin berharap kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga menumbuhkan sportivitas antar peserta. Keramaian turnamen juga diproyeksikan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi pertandingan.
Sepak Bola Dibuka Wabup, Gasing Dipertandingkan Minggu
Turnamen sepak bola secara resmi dibuka Wakil Bupati Natuna, Jarmin, di Desa Kelarik Utara pada Sabtu sore. Sementara itu, pertandingan bola voli dijadwalkan mulai berlangsung Sabtu malam dan turnamen gasing akan digelar pada Minggu.
Jarmin mengapresiasi inisiatif Desa Kelarik Utara yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan tahun ini. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat ganda, yakni membuka ruang lahirnya bibit-bibit atlet potensial sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku UMKM yang berjualan selama acara berlangsung.
"Turnamen ini harus menjadi ajang mempererat silaturahmi antarmasyarakat dari berbagai desa," kata Jarmin.
Desa Lain Akan Bergiliran Jadi Tuan Rumah
Zapridin menjelaskan bahwa penyelenggaraan turnamen tahun ini merupakan bagian dari agenda yang akan berlanjut. Tahun depan, acara serupa akan dilaksanakan secara bergiliran oleh desa lain di Kabupaten Natuna.
Menurut Jarmin, kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat. "Melalui sepak bola, kita belajar disiplin, kerja sama, sportivitas, dan saling menghargai," ujarnya.