Pencarian

Antrean Pertalite di SPBU Lombok Barat Mengular hingga 1 Jam, Pekerja Harian Terdampak

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:48:04 WIB
Antrean Pertalite di SPBU Lombok Barat Mengular hingga 1 Jam, Pekerja Harian Terdampak
Antrean kendaraan pemudik terlihat mengular di salah satu SPBU di Lombok Barat, Senin (3/8/2026).

LOMBOK BARAT — Muhamad Hadi (45), warga Gerung, mengaku aktivitasnya sebagai pekerja harian lepas kini terganggu akibat antrean panjang di SPBU. Pria yang menggantungkan hidupnya pada kendaraan roda dua itu harus merelakan setengah jam hingga satu jam hanya untuk mengisi tangki.

"Kondisi ini sangat membuat aktivitas masyarakat terganggu. Apalagi bagi pekerja harian lepas seperti saya, seperti ojek online, dan pekerja lapangan lainnya yang ketergantungan dengan BBM," keluh Hadi di lokasi antrean, Senin (3/8/2026).

Pertamax Lancar, Pertalite Langka?

Kejanggalan yang dirasakan warga adalah ketersediaan stok yang timpang. Saat Pertalite harus diantre panjang, BBM jenis Pertamax justru selalu tersedia di masing-masing SPBU.

"Mungkin ini ada pembatasan ya. Saya heran kok setiap saya beli Pertalite selalu antre panjang sampai setengah jam, bahkan satu jam baru dapat," ujar Hadi.

Fenomena ini memicu spekulasi di kalangan pengendara mengenai adanya kuota penyaluran yang dibatasi untuk jenis BBM bersubsidi tersebut.

Bagaimana Respons Pertamina?

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) membantah adanya kelangkaan. Pihaknya memastikan penyaluran BBM di NTB terus berjalan dan pasokan dalam kondisi aman.

Area Manager Communication, Relations dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan perusahaan telah mengoperasikan lebih awal Integrated Terminal (IT) Ampenan. Armada mobil tangki juga dimaksimalkan untuk distribusi ke seluruh NTB.

"Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, mulai dari pengoperasian lebih awal IT Ampenan, kedatangan tambahan suplai BBM hingga pemanfaatan armada mobil tangki di wilayah NTB," ujar Ahad.

Tambahan Pasokan 2.100 KL Pertalite Tiba

Kapal pasokan pertama telah bersandar di IT Ampenan membawa 2.100 kiloliter (KL) Pertalite dan 500 KL Pertamax. Suplai tambahan disiapkan melalui kapal berikutnya yang dijadwalkan tiba pada malam hari dengan muatan 2.000 KL Pertalite dan 3.000 KL Biosolar.

Berdasarkan pemantauan lapangan Pertamina, stok di sejumlah SPBU Lombok tercatat aman. Di SPBU 54.836.09 Lenek tersedia 8 KL, SPBU 54.836.11 Masbagik 16 KL, SPBU 54.836.04 Sekarteja 8 KL, serta SPBU 54.836.15 Rempung 8 KL.

Antrean Dipastikan Aman, APH Diterjunkan

Untuk mengurai penumpukan kendaraan, Pertamina Patra Niaga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) dan pemangku kepentingan setempat. Langkah ini ditempuh untuk menjaga ketertiban antrean di SPBU sekaligus mencegah potensi konflik antar pembeli.

Warga berharap penambahan pasokan yang dijanjikan dapat segera dirasakan, mengingat ketergantungan tinggi pada Pertalite untuk menopang roda ekonomi harian di Lombok Barat.

Bagikan
Sumber: detik.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks