Pencarian

BPS Jabar Catat Deflasi 0,05 Persen pada Juli 2026, Harga Bawang Merah hingga Telur Ayam Turun

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:48:39 WIB
BPS Jabar Catat Deflasi 0,05 Persen pada Juli 2026, Harga Bawang Merah hingga Telur Ayam Turun
BPS mencatat deflasi 0,05 persen di Jawa Barat pada Juli 2026, didorong penurunan harga bawang merah dan telur ayam.

BANDUNG — Tekanan deflasi di Jawa Barat pada Juli 2026 tidak terlepas dari dinamika pasokan pangan. BPS mencatat delapan dari sepuluh daerah pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami penurunan harga, dengan tekanan terdalam terjadi di Kota Bekasi yang mencapai 0,14 persen.

Plt Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengungkapkan, penurunan harga bawang merah menjadi penyumbang andil deflasi terbesar bulan ini, yakni sebesar 0,09 persen. Komoditas lain yang ikut menekan adalah cabai merah dan emas perhiasan yang masing-masing menyumbang 0,07 persen.

Panen Raya Bandung-Garut Banjiri Pasar

Melimpahnya pasokan cabai rawit turut menekan indeks harga konsumen. BPS menyebut panen raya di sejumlah wilayah produsen seperti Kabupaten Bandung dan Garut menjadi faktor utama di balik melimpahnya komoditas hortikultura di pasar.

Kondisi ini membuat harga cabai rawit menyumbang deflasi sebesar 0,05 persen. Andil telur ayam ras juga tercatat menekan inflasi sebesar 0,04 persen sepanjang bulan lalu.

Libur Sekolah Tekan Permintaan Daging Ayam dan Telur

Faktor musiman turut mewarnai laju deflasi. Berkurangnya permintaan daging ayam ras dan telur ayam ras selama masa libur sekolah disebut sebagai pemicu turunnya harga kedua komoditas tersebut.

"Penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras juga terjadi akibat berkurangnya permintaan selama masa libur sekolah karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berjalan," ujar Ari Anggorowati di Bandung, Senin.

Inflasi Tahunan Jabar Tetap Terkendali di 2,72 Persen

Meski secara bulanan mengalami deflasi, laju inflasi tahunan Jawa Barat per Juli 2026 tetap berada di level aman. BPS mencatat inflasi year-on-year (yoy) sebesar 2,72 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 1,64 persen.

Dari sisi spasial, dua wilayah yang tidak mengalami deflasi adalah Kota Depok dan Kabupaten Subang. Kedua daerah tersebut mencatat inflasi tipis masing-masing sebesar 0,13 persen dan 0,08 persen pada periode yang sama.

Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks