Pencarian

BPS DIY Catat Deflasi 0,31 Persen pada Juli 2026, Pasokan Cabai dan Bawang Melimpah

Selasa, 04 Agustus 2026 • 01:48:09 WIB
BPS DIY Catat Deflasi 0,31 Persen pada Juli 2026, Pasokan Cabai dan Bawang Melimpah
Petugas menunjukkan perkembangan harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Senin (3/8/2026).

YOGYAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat deflasi 0,31 persen secara month to month pada Juli 2026. Penurunan harga ini utamanya dipicu oleh melimpahnya pasokan komoditas pangan dari sejumlah daerah penghasil.

Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi dengan catatan 1,39 persen. Komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan tomat mengalami penurunan harga signifikan di tingkat konsumen.

"Deflasi pada Juli 2026 terutama dipengaruhi melimpahnya pasokan sejumlah komoditas hortikultura yang mendorong penurunan harga di tingkat konsumen," kata Endang dalam keterangan resmi di Yogyakarta, Senin.

Andil Deflasi dari Harga Emas Perhiasan

Selain pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut memberikan andil deflasi. Hal ini seiring tren penurunan harga emas dunia yang berdampak pada turunnya harga emas perhiasan di pasaran.

Namun, tidak semua kelompok pengeluaran mengalami penurunan harga. Kelompok transportasi justru mencatat inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara rata-rata sepanjang Juli 2026.

Kelompok pendidikan juga mengalami inflasi seiring dimulainya tahun ajaran baru. Sementara itu, komoditas wortel, ketimun, dan bawang putih turut memberikan andil inflasi pada bulan yang sama.

Inflasi Tahunan DIY Masih Terkendali di 2,54 Persen

Meski secara bulanan terjadi deflasi, laju inflasi tahunan DIY tercatat 2,54 persen. Angka ini dinilai masih berada dalam kisaran yang relatif terkendali.

"Meskipun secara bulanan terjadi deflasi, tingkat inflasi tahunan DIY masih terjaga pada level 2,54 persen, yang menunjukkan perkembangan harga secara umum tetap berada dalam kisaran yang relatif terkendali," ujar Endang.

Secara tahunan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,90 persen, didorong kenaikan harga emas perhiasan. Kelompok transportasi menyusul dengan andil 0,58 persen akibat kenaikan harga BBM.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,37 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok ini adalah beras dan minyak goreng.

Deflasi di Kota Yogyakarta dan Gunungkidul

Berdasarkan wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), Kota Yogyakarta mencatat inflasi tahunan lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Gunungkidul. Perbandingannya 2,83 persen berbanding 2,30 persen.

Sementara itu, secara bulanan kedua wilayah sama-sama mengalami deflasi. Kota Yogyakarta mencatat deflasi 0,17 persen, sedangkan Kabupaten Gunungkidul lebih dalam, yakni 0,42 persen.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks