MUARA ENIM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim memastikan kebakaran hutan dan lahan di Desa Suka Menang, Kecamatan Gelumbang, telah padam total. Titik api terakhir berhasil dipadamkan pada hari keempat penanganan, Minggu (2/8) sore, setelah sebelumnya lahan mulai terbakar pada Kamis (30/7) pukul 13.30 WIB.
Dua Hektare Lahan Hangus, Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muara Enim, Alvi Gumara, menyebutkan total lahan yang terbakar mencapai dua hektare. Pemadaman dari jalur udara menjadi kunci utama, dengan lima helikopter water bombing yang diterjunkan oleh BPBD Sumatera Selatan.
Dari jalur darat, BPBD Muara Enim juga mendapat bantuan satu mobil suplai air dari Dinas Damkar setempat. Kombinasi kekuatan udara dan darat ini dinilai efektif menaklukkan api yang sempat menyebar di lahan kering.
Petugas Masih di Lokasi untuk Pendinginan
Meski titik api telah dinyatakan padam, petugas gabungan belum ditarik dari lokasi. "Saat ini petugas gabungan masih di lokasi untuk melakukan pendinginan guna memastikan benar-benar tidak ada lagi titik api yang dapat memicu karhutla," tegas Alvi Gumara saat dihubungi dari Palembang, Senin.
Proses pendinginan ini penting dilakukan mengingat musim kemarau panjang membuat lahan kering sangat mudah terbakar kembali jika masih ada bara yang tersisa.
Imbauan untuk Warga: Jangan Bakar Lahan
BPBD Muara Enim kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Kebiasaan ini dinilai menjadi pemicu utama meluasnya karhutla di wilayah tersebut.
"Masyarakat juga kami minta untuk tidak membuang puntung rokok di lahan kering yang mudah terbakar, terutama saat musim kemarau panjang karena memicu karhutla," ujarnya.
Kejadian di Gelumbang ini menjadi pengingat bahwa pencegahan karhutla membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya mengandalkan upaya pemadaman oleh petugas.