Pencarian

Karhutla di Sumsel Tembus 37 Kejadian dalam Sehari, OKI Jadi Wilayah Terparah dengan 10 Titik

Selasa, 04 Agustus 2026 • 01:55:30 WIB
Karhutla di Sumsel Tembus 37 Kejadian dalam Sehari, OKI Jadi Wilayah Terparah dengan 10 Titik
Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Minggu (2/8/2026).

PALEMBANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat 37 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi pada Minggu (2/8/2026). Angka ini menjadi rekor harian tertinggi sepanjang tahun 2026, berdasarkan hasil patroli udara dan laporan tim darat di seluruh wilayah Sumsel.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendominasi dengan 10 kejadian dalam sehari. Menyusul di belakangnya, Kabupaten OKU Timur dan Banyuasin masing-masing mencatatkan 5 kejadian, Musi Banyuasin (Muba) 4 kejadian, dan Prabumulih 3 kejadian.

Sebaran Titik Api dan Hotspot di 13 Kabupaten/Kota

BPBD Sumsel merinci kejadian karhutla tersebar di 13 kabupaten/kota. Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), OKU, dan Ogan Ilir masing-masing mencatat 2 kejadian. Sementara satu kejadian terpantau di Muara Enim, OKU Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Palembang.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman menyatakan akumulasi kasus karhutla selama tiga hari pertama Agustus 2026 telah mencapai 67 kejadian. "Pada 2 Agustus 2026 terdata ada 37 kejadian karhutla berdasarkan hasil patroli udara dan laporan tim darat. Ini merupakan jumlah kejadian terbanyak dalam sehari sepanjang tahun 2026," ujar Sudirman, Senin (3/8/2026).

117 Hotspot Terdeteksi, Muba Paling Banyak Titik Panas

Selain mencatat kejadian karhutla, BPBD Sumsel juga mendeteksi 117 titik panas (hotspot) pada hari yang sama. Kabupaten Musi Banyuasin menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, mencapai 30 titik.

Muara Enim menyusul dengan 15 titik, disusul Banyuasin dan OKU Timur masing-masing 12 titik, serta OKI 11 titik. Wilayah lainnya mencatat jumlah titik panas lebih sedikit.

Water Bombing dan Tim Gabungan Dikerahkan untuk Pemadaman

Seluruh kejadian langsung ditangani tim gabungan. Upaya pemadaman dilakukan melalui operasi udara menggunakan helikopter water bombing serta penanganan darat oleh personel satgas karhutla.

"Pemadaman dilakukan dengan dukungan helikopter water bombing serta tim darat dari satgas gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, Damkar, Regu Pengendali Kebakaran (RPK), dan masyarakat lokal," kata Sudirman.

Cuaca Kering Meningkatkan Potensi Karhutla di Sumsel

Sudirman menjelaskan sebagian besar wilayah Sumsel saat ini berada pada kondisi berpotensi tinggi mengalami karhutla akibat cuaca yang semakin kering. Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan.

"Sebagian besar wilayah Sumsel saat ini memiliki potensi yang cukup tinggi untuk terjadi karhutla. Karena itu seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan," tuturnya.

Satgas Karhutla terus meningkatkan patroli darat maupun udara, memonitoring hotspot, serta menyiagakan personel dan peralatan pemadaman untuk mempercepat penanganan agar kebakaran tidak meluas.

Bagikan
Sumber: detik.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks