Pencarian

Indeks Polusi Udara Riau Malam Ini Terburuk se-Indonesia, Capai 97

Selasa, 04 Agustus 2026 • 01:50:04 WIB
Indeks Polusi Udara Riau Malam Ini Terburuk se-Indonesia, Capai 97
Indeks polusi udara Riau tercatat 97, terburuk secara nasional pada pemantauan malam ini.

PEKANBARU — Angka 97 menempatkan Riau di puncak daftar provinsi dengan kualitas udara terburuk. Posisi kedua ditempati Kalimantan Barat dengan indeks 96, disusul Sumatera Selatan di angka 92. Meski demikian, KLHK menegaskan belum ada wilayah Indonesia yang masuk kategori berbahaya pada periode pemantauan tersebut.

Angka ISPU merupakan hasil pengukuran tujuh parameter pencemar udara: PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC. Pengukuran dilakukan di 72 stasiun pemantau yang tersebar di berbagai daerah.

Kategori Sedang dan Dampaknya bagi Warga

Berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. 14 Tahun 2020, rentang indeks 51-100 masuk kategori kualitas udara "sedang". Level ini berarti udara masih dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan, maupun tumbuhan, namun pencemarannya berada di atas ambang baku mutu udara ambien nasional.

Kategori "tidak sehat" baru berlaku ketika indeks menyentuh 101-200. Pada level tersebut, kualitas udara berpotensi merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan. Adapun kategori "sangat tidak sehat" berada pada rentang 201-300, yang meningkatkan risiko kesehatan pada kelompok sensitif seperti anak-anak dan lansia.

Posisi Riau Dibandingkan Daerah Lain

Data KLHK menunjukkan lima besar provinsi dengan indeks terburuk malam itu didominasi wilayah Sumatera dan Kalimantan. Berikut urutan lengkapnya:

  • Riau: 97
  • Kalimantan Barat: 96
  • Sumatera Selatan: 92
  • DKI Jakarta: 91
  • Sumatera Barat: 87

Masuknya DKI Jakarta di peringkat keempat dengan indeks 91 menjadi catatan tersendiri. Ibu kota negara kerap menjadi sorotan utama soal polusi udara perkotaan, namun malam ini Riau justru memuncaki daftar.

Indikasi Karhutla dan Kualitas Udara Regional

Angka ISPU tinggi di Sumatera dan Kalimantan kerap dikaitkan dengan musim kemarau serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data ini memang tidak menyebutkan penyebab langsung di Riau, namun tren regional yang menunjukkan provinsi tetangga juga masuk daftar terburuk mengindikasikan adanya faktor cuaca dan sumber pencemaran lintas batas.

KLHK terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala melalui stasiun pemantau yang tersebar. Masyarakat diimbau memantau informasi ISPU secara rutin, terutama kelompok sensitif yang rentan terhadap gangguan pernapasan.

Bagikan
Sumber: databoks.katadata.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks