SURABAYA — Suasana duka dan haru menyelimuti Gedung Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sejak Minggu (2/8) malam. Ratusan keluarga yang menunggu kabar orang terkasihnya tak kuasa menahan harap ketika KM Meratus Pematang Siantar akhirnya merapat sekitar pukul 23.15 WIB, membawa 111 penyintas dan dua korban meninggal dunia dari kapal terbakar KMP Mutiara Sentosa II.
Petugas kesehatan menjadi orang pertama yang naik ke atas kapal untuk melakukan triase. Seluruh penyintas diperiksa kondisinya dan dipasangi gelang penanda sesuai tingkat penanganan medis sebelum diturunkan ke dermaga. Dua jenazah kemudian dievakuasi menggunakan kantong jenazah menuju ambulans yang telah menunggu, sementara para korban selamat diarahkan ke GSN untuk pemeriksaan lanjutan, pendataan identitas, dan dipertemukan dengan keluarga.
Kesaksian Penyintas: Api Melumpuhkan Mesin, Penumpang Bertahan di Haluan
Ahmad, sopir ekspedisi asal Wonosobo, Jawa Tengah, menceritakan detik-detik mencekam sebelum kapal yang ditumpanginya dilalap si jago merah. Asap pertama kali muncul dari bagian belakang kapal sebelum api terus membesar dan melumpuhkan mesin. Penumpang kemudian berkumpul di haluan sambil mengenakan pelampung karena sekoci di bagian buritan tidak dapat digunakan.
"Sekitar tiga jam kemudian, kapal-kapal di sekitar lokasi mulai berdatangan. Sebagian penumpang melompat ke laut menggunakan pelampung untuk kemudian diangkat ke kapal penyelamat yang tidak dapat merapat akibat gelombang," ujar Ahmad kepada petugas di lokasi evakuasi.
Muhammad Abdul Karim, penyintas lainnya, menambahkan bahwa kobaran api hampir menghanguskan seluruh badan kapal. Bagian depan menjadi satu-satunya tempat yang masih aman bagi penumpang untuk bertahan hingga pertolongan tiba.
Kronologi Operasi Gabungan: Dari Laporan Pertama hingga Evakuasi Laut
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya menerima laporan pertama mengenai kebakaran kapal pada pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak. Semenit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran mengonfirmasi bahwa KMP Mutiara Sentosa II rute Surabaya-Makassar terbakar dengan ratusan orang di atas kapal. Nakhoda melaporkan api muncul sekitar pukul 06.00-07.00 WIB sebelum komunikasi terputus.
Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi melaporkan posisi kapal terbakar berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi, Sumenep. Karena membawa muatan mudah terbakar, kapal niaga tersebut tidak dapat mendekat. Tugas evakuasi awal kemudian dilakukan TB Hasnur 26 bersama kapal British Mentor yang mengevakuasi penumpang yang melompat ke laut.
Operasi pencarian dan pertolongan diperkuat dengan pengerahan KN SAR 249 Permadi dari Surabaya, Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 dari Pos SAR Sumenep, serta KRI Nala-363 dan KRI Bung Hatta-370 dari TNI AL. Helikopter Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Jawa Timur juga diterbangkan untuk memantau situasi dari udara. Kapal-kapal niaga di sekitar lokasi turut mengubah pelayarannya menjadi misi kemanusiaan, bergantian mengangkut penyintas menuju Pelabuhan Tanjung Perak maupun Pelabuhan Kalianget.
Bagaimana Penanganan Korban Selanjutnya?
Setibanya di GSN, para penyintas menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan dan pendataan identitas sebelum dipertemukan dengan keluarga. Ambulans dan tenaga kesehatan dari Basarnas, TNI, Polri, Pelindo, serta relawan disiagakan di sisi dermaga untuk memastikan evakuasi berjalan lancar.
Bagi ratusan personel yang terlibat, malam itu perjalanan para penyintas memang berakhir di Tanjung Perak. Namun, operasi pencarian dan pertolongan di perairan utara Sumenep masih terus berlanjut untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Pihak berwenang masih melakukan pendataan jumlah penumpang keseluruhan dan investigasi penyebab kebakaran.