SUMENEP — Satu korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang dievakuasi oleh nelayan Ambunten menambah jumlah total korban selamat yang tiba di daratan Sumenep menjadi 10 orang. Para korban tersebut sebelumnya diangkut melalui Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Jawa Timur.
Koordinator Pos SAR Sumenep, Nur Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa korban yang dievakuasi oleh nelayan tersebut tiba lebih dulu dibandingkan sembilan korban lain yang dibawa oleh kapal Basarnas.
"Dari yang dievakuasi melalui Pelabuhan Kalianget kan ada sembilan orang. Ditambah satu korban yang dievakuasi nelayan di wilayah Ambunten, sehingga total menjadi 10 orang," kata Nur Hadi di Sumenep, Senin.
Empat Korban Masih Jalani Perawatan di Rumah Sakit
Dari kesepuluh korban yang berhasil dievakuasi, empat orang di antaranya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget. Kondisi keempat pasien tersebut belum dirinci lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Sementara itu, enam korban lainnya telah diberangkatkan menuju Posko Terpusat di Surabaya untuk menjalani proses pendataan dan pemulihan lebih lanjut.
Operasi Pencarian Korban di Perairan Utara Sumenep Masih Berlanjut
Hingga saat ini, operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan. Nur Hadi menyebutkan, kapal milik Basarnas telah kembali menuju lokasi kejadian sejak pagi hari untuk melanjutkan proses pencarian di perairan utara Sumenep.
"Terkait operasi pencarian, hingga saat ini belum ada perkembangan terbaru. Kapal Basarnas sudah kembali ke lokasi sejak pagi," ujarnya.
Data Korban Masih Sementara, Basarnas Lakukan Pendataan Ulang
Jumlah korban yang berhasil dievakuasi secara keseluruhan masih mengacu pada data sementara, yakni sebanyak 233 orang. Proses pendataan masih terus dilakukan karena sebagian korban dievakuasi menggunakan beberapa kapal berbeda, termasuk KN Masalembo yang sedang menuju Tanjung Perak, Surabaya.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa operasi SAR masih efektif dilaksanakan selama korban dinyatakan belum ditemukan. "Operasi SAR dilaksanakan manakala korban masih dinyatakan belum ketemu dan operasi itu masih efektif untuk dilaksanakan," katanya saat dikonfirmasi di Surabaya.
Warga Diminta Tak Sebar Informasi yang Belum Jelas
Pos SAR Sumenep mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari instansi berwenang terkait perkembangan operasi pencarian maupun jumlah pasti korban. Proses evakuasi dan pendataan saat ini masih dilakukan secara terpadu oleh Basarnas bersama instansi terkait.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II terjadi pada 2 Agustus 2026 di perairan utara Kabupaten Sumenep. Proses evakuasi penumpang dilakukan secara bertahap mengingat kapal mengangkut ratusan penumpang yang tersebar di beberapa kapal penolong.