BANTUL — Perlintasan sebidang di petak jalan Sentolo–Rewulu, tepatnya di wilayah Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, kini resmi beroperasi dengan palang pintu dan sistem keselamatan baru. Pengoperasian JPL 707 ini ditandai dengan pemotongan pita, pengoperasian perdana palang pintu, serta prosesi penyiraman air dan pecah kendi sebagai simbol keselamatan, Senin (3/8).
Deputy Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta, Rahim Ramdhani, menyebut peresmian ini adalah wujud sinergi lintas sektor. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Kapolsek Sedayu, Koramil Sedayu, Lurah Argosari, Dukuh Tapen, Dukuh Botokan, hingga tokoh masyarakat setempat.
Kolaborasi Kunci Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Rahim menegaskan bahwa peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang tidak bisa dilakukan sendiri oleh KAI. Dibutuhkan peran aktif pemerintah daerah, aparat keamanan, dan kesadaran masyarakat untuk menekan risiko kecelakaan.
“Peresmian operasional JPL 707 ini menjadi bukti bahwa peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pihak. Sinergi antara KAI, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menghadirkan perjalanan kereta api yang semakin selamat, aman, dan andal, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pengguna jalan,” kata Rahim dalam keterangan resminya.
Pengguna Jalan Diminta Patuh Rambu dan Disiplin
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintas saat palang pintu sudah tertutup. Fasilitas baru ini hanya akan efektif jika diiringi kedisiplinan pengguna jalan.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga keselamatan dengan mematuhi rambu lalu lintas, berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas. Fasilitas keselamatan yang telah tersedia akan memberikan manfaat optimal apabila diiringi dengan kedisiplinan seluruh pengguna jalan,” ujar Feni.
Fasilitas Baru, Harapan Baru bagi Warga Sedayu
Kehadiran JPL 707 diharapkan tidak hanya melindungi pengguna jalan, tetapi juga memberikan ketenangan bagi warga sekitar yang selama ini kerap khawatir melintasi perlintasan tanpa palang pintu. Feni menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara KAI, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat.
KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen memperkuat kolaborasi serupa untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang lainnya. Masyarakat juga diminta turut menjaga fasilitas yang telah tersedia agar dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.
“KAI Daop 6 Yogyakarta akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan perlintasan sebidang yang semakin aman, tertib, dan andal demi keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan,” tutup Feni.