Pencarian

Dosen UTU Meulaboh Raih Paten Sederhana untuk Metode Pembuatan Briket Ampas Kopi, Solusi Energi Alternatif bagi UMKM

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:52:06 WIB
Dosen UTU Meulaboh Raih Paten Sederhana untuk Metode Pembuatan Briket Ampas Kopi, Solusi Energi Alternatif bagi UMKM
Tiga dosen Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh menerima Sertifikat Paten Sederhana dari Kementerian Hukum untuk metode pembuatan briket dari ampas kopi.

MEULABOH — Kementerian Hukum Republik Indonesia resmi menerbitkan Sertifikat Paten Sederhana bernomor IDS000013454 untuk metode pengolahan limbah ampas kopi menjadi briket bahan bakar padat. Dokumen yang ditandatangani Menteri Hukum melalui Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang, Dr. Andrieansjah, S.T., S.H., M.M., itu terbit pada 18 Mei 2026.

Inovasi ini merupakan karya tiga dosen UTU, yaitu Utari Azrani MP, Muhammad Reza Aulia MSi, dan Fantashir Awwal Fuqara MSi. Ketua tim peneliti, Utari Azrani, menyebut gagasan tersebut berangkat dari keluhan pelaku usaha mengenai mutu briket ampas kopi yang tidak stabil karena proses pembuatannya belum sistematis.

Proses Produksi Terukur dari Hulu ke Hilir

Metode yang dipatenkan ini menekankan pada kontrol kadar air dan komposisi bahan yang presisi. Tahap awal dimulai dengan pengumpulan ampas kopi segar dari mesin pembuat kopi, lalu kadar airnya diturunkan hingga kisaran 30 hingga 40 persen.

Setelah itu, ampas kopi dicampur dengan tepung tapioka sebagai perekat, serbuk kayu gergaji, dan air dalam komposisi terukur hingga menjadi adonan homogen. Adonan dipadatkan dengan mesin pengepres hidrolik untuk mencapai densitas 0,9 hingga 1,2 gram per sentimeter kubik.

Briket yang sudah dipotong seragam kemudian dikeringkan menggunakan oven pada suhu 80 hingga 100 derajat Celsius selama 3 sampai 4 jam. Hasil akhirnya memastikan kadar air berada di bawah 10 persen, sehingga kualitas pembakaran tetap stabil.

Dampak Ganda: Mengurangi Limbah dan Menghadirkan Energi Murah

Utari menjelaskan, metode ini menawarkan solusi ganda. Di satu sisi, inovasi ini mengurangi akumulasi limbah organik dari warung kopi dan industri kopi yang melimpah di Aceh. Di sisi lain, briket ini menjadi alternatif energi yang ekonomis.

"Kami merancang metode ini untuk mengatasi belum terukurnya proses pembuatan briket ampas kopi di masyarakat," kata Utari dalam keterangan yang diterima ANTARA di Meulaboh, Senin.

Proses yang dirancang sederhana ini diharapkan mudah diadopsi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketersediaan bahan baku yang melimpah di Aceh menjadi modal utama pengembangan energi terbarukan berbasis ekonomi sirkular ini.

Komitmen UTU terhadap Riset Terapan

Rektor UTU Meulaboh, Prof Dr Nyak Amir, mengapresiasi capaian para dosen Fakultas Pertanian tersebut. Ia menegaskan pihak rektorat siap mengawal penuh riset-riset terapan yang berorientasi pada pemecahan masalah masyarakat.

"Pencapaian Sertifikat Paten Sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa riset akademisi UTU mampu menjawab tantangan lingkungan dan kebutuhan energi masyarakat," ujarnya.

Prof Nyak Amir menambahkan, inovasi ini sejalan dengan program Diktisaintek Berdampak dari Kemdiktisaintek. Capaian ini juga menjadi pijakan penting dalam mewujudkan cita-cita UTU Gemilang ke depan.

Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks