Pencarian

BPS Catat Inflasi Sulut 2,53 Persen pada Juli 2026, UKT dan Tarif Angkutan Udara Jadi Pemicu Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:50:41 WIB
BPS Catat Inflasi Sulut 2,53 Persen pada Juli 2026, UKT dan Tarif Angkutan Udara Jadi Pemicu Utama
Kepala BPS Sulut Watekhi memaparkan data inflasi Sulawesi Utara sebesar 2,53 persen pada Juli 2026.

MANADO — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara melaporkan tingkat inflasi y-on-y sebesar 2,53 persen pada Juli 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di angka 112,27. Tekanan inflasi terbesar berasal dari kelompok pendidikan yang naik signifikan hingga 11,67 persen seiring dimulainya tahun ajaran baru.

"Tarif akademi atau perguruan tinggi naik seiring dimulainya tahun ajaran baru yang dipengaruhi oleh meningkatnya biaya operasional," ujar Kepala BPS Sulut Watekhi di Manado, Senin. Secara bulanan (month to month), kenaikan biaya akademi menyumbang inflasi sebesar 0,14 persen, sementara secara tahunan andilnya mencapai 0,33 persen.

Manado Alami Inflasi Tertinggi, Minut Paling Rendah

Laju inflasi di Sulut tidak merata di seluruh wilayah. BPS mencatat inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado yang mencapai 3,52 persen dengan IHK 111,24. Sebaliknya, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Minahasa Utara yang hanya sebesar 1,00 persen dengan IHK 114,30.

Selain sektor pendidikan, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 9,66 persen serta kelompok transportasi yang naik 5,81 persen. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turut mengalami inflasi sebesar 3,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Harga Beras Naik, Cabai dan Bawang Merah Justru Turun

BPS mengidentifikasi kenaikan harga beras sebagai salah satu pendorong inflasi. Pasokan komoditas pangan pokok ini terganggu karena daerah sentra produksi belum memasuki masa panen. Serangan hama tikus di kawasan Bolaang Mongondow Raya juga menyebabkan berkurangnya hasil panen secara signifikan.

Di sisi lain, laju inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan. Cabai rawit dan tomat mengalami penurunan harga seiring meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi yang sedang memasuki musim panen. Cabai rawit dipasok dari Gorontalo, Minahasa, dan Bolaang Mongondow Raya, sementara tomat berasal dari Minahasa dan Minahasa Selatan.

Bawang merah juga mencatatkan penurunan harga pada Juli 2026. "Bertambahnya stok yang masuk melalui distributor meningkatkan ketersediaan bawang merah di pasar sehingga menekan harga," jelas Watekhi. Komoditas ini dipasok dari daerah Bima dan Makassar.

Andil Inflasi dan Deflasi di Sulut

Komoditas yang memberikan andil dominan terhadap inflasi y-on-y Juli 2026 antara lain emas perhiasan, angkutan udara, akademi atau perguruan tinggi, ikan malalugis, dan ikan cakalang. Bensin, minyak goreng, mobil, sepeda motor, hingga Sigaret Kretek Mesin (SKM) juga turut menyumbang kenaikan IHK.

Sebaliknya, deflasi y-on-y didorong oleh penurunan harga cabai rawit, tomat, daging babi, dan bawang merah. Beras, cabai merah, serta sejumlah kebutuhan rumah tangga seperti sabun detergen bubuk dan pembersih lantai juga tercatat mengalami penurunan harga dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks